May 08, 2021

(Bahasa Indonesia) Elang Tikus, Salah Satu yang Terpantau dalam Raptor Watch 2021

(Bahasa Indonesia) Elang Tikus merupakan salah satu spesies yang termasuk ke dalam jenis burung pemangsa atau raptor yang terdeteksi dalam kegiatan Raptor Watch 2021 oleh tim Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Raptor Watch, atau dikenal juga dengan pengamatan migrasi burung pemangsa pada musim gugur, dilakukan di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang pada bulan Maret dan April. Pengamatan ini telah dilakukan tim RER sejak tahun 2016 di Semenanjung Kampar.

(Bahasa Indonesia) PENGAMATAN BURUNG MENGGUNAKAN TEROPONG (BINOCULAR)

(Bahasa Indonesia) Selama musim gugur, ketika bumi belahan utara memasuki musim dingin, burung pemangsa akan bermigrasi ke wilayah yang lebih hangat di belahan bumi selatan.

Bagi tim RER, pengamatan migrasi burung pemangsa merupakan salah satu kegiatan pengelolaan yang penting dan akan rutin dilakukan untuk memantau keberadaan satwa liar di kawasan RER.

Raptor Sebagai Spesies Payung
Raptor berasal dari bahasa latin yang artinya merampas atau mengambil dengan kekuatan. Burung pemangsa merupakan karnivora yang berburu binatang yang lebih kecil seperti mamalia, ikan, binatang melata, serangga, bahkan burung-burung lain.

Di alam liar, burung pemangsa berperan sebagai spesies payung (umbrella species) yang berarti secara tidak langsung terlibat dalam ikut melindungi berbagai spesies lain pada tingkat ekosistem.

Keberadaan burung pemangsa sebagai predator puncak menjadi penanda baik bagi kualitas suatu lingkungan. Berada di puncak rantai makanan, kemunculan burung predator di suatu daerah menunjukkan bahwa persediaan pakan di sana masih cukup baginya.

Ketika terdapat pakan yang cukup bagi burung pemangsa, itu artinya wilayah itu masih kaya akan keanekaragaman hayati yang sangat berpengaruh bagi predator di puncak rantai makanan.

Dengan kata lain, jika terjadi gangguan terhadap keberadaan mereka maka itu berarti terganggu juga seluruh ekosistem di bawahnya.

Elang Tikus Sebagai Burung Pemangsa yang Dilindungi
Berukuran sekitar 30 cm, Elang Tikus memiliki warna putih, hitam, dan abu-abu yang khas dengan iris mata berwarna merah.

Elang Tikus merupakan spesies utama di dataran terbuka serta wilayah semi-gurun seperti sub-Sahara di Afrika dan beberapa wilayah tropis di Asia. Meski demikian, persebarannya juga berkembang di Eropa Selatan dan Asia Barat.

(Bahasa Indonesia) Elang Tikus Sebagai Burung Pemangsa yang Dilindungi

(Bahasa Indonesia) Elang Tikus memangsa serangga-serangga besar seperti jangkrik dan belalang serta kadal dan terkadang juga tikus.

Mereka terkenal amat pendiam dengan panggilan yang seperti pekikan bernada tinggi atau siulan lembut berbunyi, “whiip, whiip”. Panggilan ini banyak terdengar pada musim kawin.

Meski memiliki status konservasi Risiko Rendah (LC) menurut IUCN, Elang Tikus atau Elanus caeruleus merupakan salah satu burung pemangsa yang dilindungi undang-undang di Indonesia.

(Bahasa Indonesia) Elang Tikus atau Elanus caeruleus - Least Concern (LC) oleh IUCN

(Bahasa Indonesia) Sebagaimana terlampir dalam PP No. 7 Tahun 1999, Elang Tikus masuk ke dalam daftar Apendiks II yang merupakan daftar spesies yang tidak terancam mengalami kepunahan, namun dapat terancam punah bila diperdagangkan terus-menerus tanpa adanya pengaturan.

Elang Tikus merupakan salah satu burung pemangsa yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal. Karena itulah, pemerintah Indonesia membuat undang-undang yang mengatur perdagangan Elang Tikus.

Raptor Watch 2021 di RER
Pada kegiatan pemantauan burung pemangsa di bulan Maret dan April 2021 ini, tim RER mencatat sekitar 615 ekor burung melintasi Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang terdiri dari spesies migran dan juga spesies penetap.

Seperti pengamatan pada tahun lalu, spesies yang paling banyak tercatat di tahun ini adalah Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus) dan diikuti oleh Elang-alap Tiongkok (Accipiter soloensis).

Sementara itu, hanya ditemukan satu Elang Tikus atau Black-winged Kite sedang bertengger pada sore hari di akhir bulan Maret.

Spesies yang lain juga teramati antara lain Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) sebagai spesies penetap dan sering dijumpai di RER.

Beberapa spesies lain yang tercatat selama pengamatan antara lain: Alap-alap Jambul (Accipiter trivirgatus), Elang Laut perut-putih (Haliatus leucogaster) dan Elang Ular Bido (Spilornis cheela).

Subscribe to our restoration news