Januari 30, 2019

Tertangkap Kamera Jebak di Pulau Padang

PULAU PADANG – Pemantauan satwa liar di habitat alami mereka tidaklah mudah, khususnya di lingkungan dengan tutupan hutan yang padat dan lokasi terpencil seperti RER. Sebagai contoh, harimau Sumatra sebagai satwa yang memiliki daya jelajah yang luas sangat sulit sekali ditemui.

Untuk mengatasi hal ini, kami menggunakan kamera jebak: kamera tersembunyi yang hanya akan mulai merekam video atau mengambil gambar/foto apabila mendeteksi adanya gerakan di dekatnya.

Kamera jebak berperan penting dalam proses ini, memungkinkan pemantauan atas area yang sangat luas.

Kamera jebak tidak dipasang secara acak. Agar efektif, perlu dilakukan penelitian awal terkait spesies apa saja yang ada di area tersebut, estimasi seberapa besar populasinya, serta bagaimana kondisi habitat di area tersebut.

“Seringkali satwa liar mendeteksi kehadiran kita jauh sebelum kita bisa mendeteksi mereka,” ungkap Prayitno, anggota tim Restorasi Ekologi RER, saat memberikan pelatihan pemasangan kamera jebak kepada Tim Lapangan RER di Pulau Padang pada bulan Mei 2017.

“Kamera jebak membuka peluang untuk mengamati kehidupan satwa liar yang tidak bisa kita lihat.” Kebanyakan hasil rekaman, meski bermanfaat, cenderung bersifat repetitif. Spesies atau satwa yang sama melakukan hal yang kurang-lebih sama. Akan tetapi, terkadang kamera jebak bisa menangkap hal-hal yang tak terbayangkan.

“Dari waktu ke waktu kami bisa saja menemukan perilaku yang menarik, yang amat jarang teramati melalui metode survei konvensional. Sebagai contoh, foto dan video burung Elang-ular Bido yang tengah menyambar ular merupakan momen unik yang kami berhasil tangkap,” ujar Prayitno.

Satwa lain yang tertangkap kamera termasuk Beruang Madu dan Macan Dahan Sunda.

Setelah pelatihan awal, dua kamera jebak dipasang di area konsesi RER Pulau Padang, dan 10 kamera tambahan akan dipasang dalam beberapa bulan ke depan.

Faktor terpenting dalam memasang kamera jebak ialah mengidentifikasi lokasi mana saja yang sering dilalui satwa liar, seperti misalnya jalur dan tempat mencari air dan makanan. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi penanda yang menunjukkan keberadaan spesies sasaran untuk menentukan lokasi terbaik pemasangan kamera jebak.

Informasi dari warga setempat yang pernah berjumpa dengan satwa liar juga bisa menjadi acuan penting. Sebagai contoh, Tim RER mendapat informasi tentang perjumpaan warga dengan trenggiling, kancil, landak, babi celeng, rusa, beruang madu, dan berbagai reptil serta burung, yang menjadi masukan yang berguna untuk menentukan lokasi pemasangan.

Di area konsesi RER Pulau Padang, kamera jebak dipasang pada jalur yang mungkin dilalui oleh mamalia berukuran kecil, seperti misalnya trenggiling dan kucing hutan. Kamera jebak lazimnya dipasang di sebuah tiang atau pohon setinggi dua meter dari jalur yang dilalui satwa agar bisa mendapatkan gambar terbaik.

Macan Dahan Sunda merupakan satwa kucing terbesar di borneo, yang terdaftar dalam IUNC Red List sebagai satwa rentan. Total populasi satwa ini diperkirakan kurang dari 10.000 ekor dan terus menurun. Namun kami beruntung menemukan seekor macan ini di area konservasi kami

Ketinggian kamera jebak disesuaikan berdasarkan kontur tanah dan besarnya spesies yang akan diamati: hewan mamalia kecil mungkin akan melihat ke kamera yang dipasang setinggi 10-20cm dari permukaan tanah, sedangkan untuk satwa yang lebih besar kamera harus dipasang lebih tinggi lagi.

Meskipun hasil yang diperoleh bisa sangat menarik, rekaman video yang didapatkan juga bisa membantu tercapainya tujuan yang lebih serius. Pemahaman tentang populasi satwa liar dan perilaku mereka amatlah penting dalam upaya restorasi kami. Hasil kamera jebak dapat memberikan kami informasi berharga untuk menyempurnakan pendekatan pengelolaan yang kami gunakan.

RER telah mempublikasikan daftar keanekaragaman hayati yang ada di area konsesi RER di Semenanjung Kampar, yang merupakan laporan dari survei yang dilakukan oleh Fauna & Flora International (FFI), salah satu mitra kerja RER. Laporan tersebut dapat diunduh disini.

Berlangganan Berita Restorasi Kami