Maret 27, 2019

Hidupan Liar RER: Binturong

Mari kita berkenalan dengan Binturong (Arctictis binturong), atau disebut juga menturung. Dalam bahasa inggris, satwa mamalia ini disebut bearcat karena penampakannya yang seperti campuran antara beruang (bear) dan kucing (cat), namun sesungguhnya binturong tidak ada kaitannya dengan kedua satwa tersebut. Ia justru berkerabat dekat dengan musang luwak.

Binturong merupakan satwa asli di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, Indonesia, dengan penyebutan setempat sebagai Binturung.

Satwa ini juga dapat dijumpai di Asia Selatan (Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, dan Yunnan di China) serta Asia Tenggara (Kamboja, Laos, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam).

Satwa ini merupakan salah satu dari 71 spesies mamalia yang telah teridentifikasi di kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Semenanjung Kampar

RER-Binturong

BINTURONG TAMPAK SEPERTI BERUANG DAN KUCING, NAMUN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KEDUA SATWA TERSEBUT.

Binturong oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) digolongkan sebagai satwa dengan status konservasi Rentan (VU) . Satwa ini merupakan salah satu dari 10 mamalia yang terancam di tingkat global dengan status Rentan yang telah teridentifikasi di RER.

Binturong memiliki bulu rambut berwarna hitam yang tebal dan kuat, serta mata yang besar, hitam, dan mencolok.

RER-Binturong The Bearcat

SATWA INI BERKUPING PENDEK, BULAT, DENGAN PINGGIRAN LUAR BERWARNA PUTIH, DAN DENGAN JUMBAI TELINGA BERWARNA HITAM DI BELAKANGNYA.

Fitur yang khas dari Binturong ialah bahwa satwa ini memiliki kelenjar aroma yang mengeluarkan bau-bauan yang serupa dengan bau berondong jagung atau keripik jagung.

Meskipun Binturong adalah spesies arboreal (hidup di pepohonan), satwa ini berbobot tubuh berat, sehingga tidak bisa loncat dari pohon ke pohon.

Akan tetapi binturong memiliki ekor cengkeram – atau sanggup menggenggam – yang bisa menjadi tangan tambahan. Hal ini terbukti berguna khususnya ketika satwa ini memanjat pohon. Ekornya juga sangat panjang (66 s.d. 69 cm), hampir sepanjang ukuran tubuh dan kepala satwa ini (71 s.d. 84 cm).

Binturong is lying on a tree branches

BINTURONG ADALAH SPESIES SATWA ARBOREAL (HIDUP DI PEPOHONAN )

Binturong dianggap satwa yang berisik, mengeluarkan suara mendengus dan mendekih ketika senang, dan menggarung dengan garang ketika kesal. Satwa ini mengeluarkan suara mendengkung dan mendesis saat berkeliaran mencari mangsa, dan binturong betina akan bersuara mengeruh saat tertarik dengan pejantan.

Ketika merasa terancam, Binturong akan kabur ke pohon terdekat. Akan tetapi, satwa ini juga bisa mengencingi atau memberaki pihak yang mengancam. Bila sang musuh tidak berhasil dipukul mundur, Binturong akan menyeringai hingga tampak giginya serta membelasut, atau menggunakan rahang dan giginya yang kuat untuk membela diri.

Meskipun menghuni daerah yang sama dengan tempat tinggal spesies pemangsa seperti macan tutul, macan dahan, dan Sanca Batik, Binturong jarang sekali dimangsa oleh mereka.

BINTURONG DIANGGAP SATWA YANG BERISIK, MENGELUARKAN SUARA MENDENGUS DAN MENDEKIH KETIKA SENANG, DAN MENGGARUNG DENGAN GARANG KETIKA KESAL.

Binturong merupakan agen penting penyebaran benih, khususnya untuk pohon beringin pencekik – tumbuhan tropis umum yang dapat dijumpai di banyak hutan di dunia. Satwa ini merupakan satu dari dua satwa yang diketahui memiliki kemampuan mencerna dan melunakkan lapisan keras pada selubung luar biji tumbuhan beringin pencekik. Oleh karena inilah Binturong menjadi spesies penting bagi ekosistem hutan hujan.

Populasi Binturong diperkirakan turun hingga lebih dari 30 persen dalam tiga puluh tahun terakhir ini, dengan ancaman utama datang dari hilangnya habitat dan rusaknya hutan akibat penebangan pohon dan pengalihan fungsi hutan untuk dimanfaatkan menjadi lahan non-hutan.

Saat ini Binturong termasuk sebagai spesies yang dilindungi di Indonesia dan Malaysia. Satwa ini juga masuk dalam daftar spesies yang hampir punah dalam China Red List.

Berlangganan Berita Restorasi Kami