Juni 29, 2021

Hari Internasional Wilayah Tropis, Mengapa Penting?

Setiap tahunnya, 29 Juni diperingati sebagai Hari Internasional Wilayah Tropis oleh PBB, dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat global terkait berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi negara-negara tropis. Hari peringatan ini pun sekaligus merayakan keanekaragaman hayati dan populasi daerah tropis.

Daerah Tropis adalah beberapa wilayah yang mendapat sinar matahari langsung, membuat iklim di lokasi tersebut menjadi lebih panas dan lembab. Umumnya, kebanyakan orang akan cenderung membayangkan daerah Tropis sebagai tempat dengan sinar matahari hangat sepanjang tahun, angin sejuk dan air jernih, menjadikannya tempat liburan yang sempurna.

Tak salah, beberapa daerah Tropis memang tujuan wisata yang menakjubkan. Namun, selain keindahannya, daerah tropis juga memainkan peran penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ironisnya, daerah Tropis pun harus berhadapan dengan tantangan yang mengancam keindahan dan stabilitas ekosistemnya seperti perubahan iklim, urbanisasi, perubahan demografis, dan deforestasi.

Pentingnya Daerah Tropis
Menurut PBB, daerah Tropis menampung sekitar 99 persen spesies bakau dan hampir 95 persen hutan bakau dunia.

Mangrove menyediakan infrastruktur dan perlindungan alami bagi daerah berpenduduk di dekatnya serta mencegah erosi dan menyerap dampak gelombang badai selama cuaca ekstrem. Sistem akar mangrove yang kompleks pun membantu menyaring fosfat, nitrat, dan polutan lain dari air, sehingga menghasilkan kualitas air yang lebih baik.

Selain itu, daerah Tropis juga memiliki sekitar 54 persen sumber daya air terbarukan di dunia.

Restorasi Ekosistem Riau (RER), sebagai program yang didukung oleh Grup APRIL dan berlokasi di daerah tropis Sumatera, Indonesia, bertujuan untuk memulihkan dan melestarikan hutan rawa gambut yang memiliki peran penting secara ekologis dengan luas wilayah setara kota London.

Restorasi Ekosistem Riau (RER), as program supported by APRIL Group which strategically located in the tropical areas of Sumatra, Indonesia, aims to restore and conserve ecologically important peat swamp forest the size of Greater London.

Selamat Hari Internasional Wilayah Tropis!

Saat kering, gambut sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lahan gambut tetap basah untuk mencegah kebakaran dan mengurangi atau menghilangkan potensi emisi karbon dari penguraian bahan organik pada gambut kering.

RER pun berkomitmen untuk memantau tinggi muka air dan ketersediaannya di hutan gambut guna mencegah terjadinya kebakaran hutan di dalam wilayah konsesinya sejak 2013.

Pemantauan yang dilakukan setiap hari ini menggunakan beberapa sumur celup yang dimasukkan ke dalam tanah gambut, sumur-sumur ini dilengkapi penanda untuk memungkinkan pengukuran ketinggian muka air.

RER juga melakukan upaya penutupan kanal untuk meningkatkan kadar air di hutan dengan membangun bendungan dari berbagai bahan, termasuk karung pasir.

Keanekaragaman Hayati dan Pemeliharaan Kekayaan Spesies
Daerah Tropis juga memainkan peran penting bagi keanekaragaman hayati dan produktivitas ekosistem. Ironisnya, berkurangnya keanekaragaman hayati justru banyak tercatat pula di daerah Tropis dibandingkan belahan dunia lainnya.

Restorasi Ekosistem Riau (RER), as program supported by APRIL Group which strategically located in the tropical areas of Sumatra, Indonesia, aims to restore and conserve ecologically important peat swamp forest the size of Greater London.

Daerah Tropis juga memainkan peran penting bagi keanekaragaman hayati dan produktivitas ekosistem.

Di RER, pemantauan merupakan komponen utama dalam sistem operasional. Sejak diadakannya survei keanekaragaman hayati pertama yang dilakukan dalam kerja sama dengan Fauna and Flora International (FFI) pada tahun 2015, RER terus mengembangkan data tersebut dan mengumpulkan informasi terkait kekayaan spesies di dalam kawasan.

Pemantauan burung, pemasangan kamera jebak, dan survei floristik menunjukkan bahwa terdapat 797,823 spesies tumbuhan dan hewan di wilayah RER. Jumlah spesies tersebut mencakup 76 spesies mamalia, termasuk Harimau Sumatera yang terancam punah, 307 spesies burung, tujuh primata, 101 spesies herpetofauna, dan 192 spesies tumbuhan.

Pada 2019, tim RER bahkan memasang 196 camera trap yang merekam selama 7,155 malam di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Dari 797 spesies tersebut, 36 spesies terdaftar dalam Daftar Merah IUCN dengan status rentan (VU), 13 spesies lainnya diidentifikasi dengan status terancam punah (EN), dan delapan lainnya merupakan spesies dengan status kritis (CR). Terdapat pula 114 spesies yang masuk ke dalam daftar CITES dan 99 spesies yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia.

Daerah Tropis adalah daerah yang sangat penting, tidak hanya bagi masyarakat atau lingkungan di sekitarnya tapi juga bagi seluruh dunia. Mari kita bersama-sama menjaga kawasan ini tetap utuh dan terlindungi. Selamat Hari Internasional Wilayah Tropis!

Berlangganan Berita Restorasi Kami