Juli 13, 2022

Yang Perlu Diketahui Tentang Lahan Gambut

Tanah memiliki peran yang begitu penting untuk menopang kehidupan di bumi. Tanah berperan sebagai dasar untuk pembangunan pertanian, memiliki fungsi ekosistem yang penting dan berdampak signifikan bagi ketahanan pangan. Terdapat berbagai jenis tanah, tetapi di Restorasi Ekosistem Riau, kami hanya memiliki satu jenis: gambut, juga disebut tanah organic.

Apa itu gambut?

GAMBUT DIBENTUK OLEH TIMBUNAN BIOMASA DAN MERUPAKAN PENYIMPAN KARBON ORGANIK DARATAN TERBESAR.

Gambut merupakan lapisan tanah yang terdiri dari materi organik yang berasal dari tumbuhan.

Tanah gambut sangat penting. Gambut hanya mencakup tiga persen dari daratan bumi tetapi menyimpan hampir 30 persen karbon yang ada di dalam tanah. Hutan rawa gambut juga menyediakan jasa ekosistem penting seperti pencegahan banjir, sumber air bersih dan makanan. Selain itu, hutan rawa gambut juga merupakan ekosistem paling kaya di dunia.

Gambut sendiri merupakan lapisan tanah yang terdiri dari materi organik yang berasal dari tumbuhan. Dalam keadaan alaminya, hutan rawa gambut tropis terdiri dari 90 persen air dan 10 persen padatan. Hutan rawa gambut hanya mendapatkan air dari curah hujan.

Ada beberapa variasi lanskap lahan gambut, mulai dari rawa beriklim sedang dengan vegetasi terbuka dan tanpa pohon di Skotlandia, hingga hutan rawa di Asia Tenggara.

BIBIT CABUTAN DAN STEK MERUPAKAN SUMBER BIBIT UTAMA RER.

Kondisi gambut yang basah mengawetkan materi organik selama ribuan tahun dimana lapisan demi lapisan terus berakumulasi. Kecepatan akumulasi gambut bergantung pada berbagai faktor

Hutan rawa gambut Semenanjung Kampar merupakan gambut pesisir ombrogenus, sehingga selain curah hujan, tinggu muka air laut juga akan mempengaruhi pembentukan gambut. Penanggalan karbon memperkirakan bahwa pembentukan gambut di pantai timur Sumatra dimulai sejak 4000 tahun sebelum sekarang.

Greenhouse Gas Flux Tower, membantu memahami peran hutan RER dalam menjaga atmosfer.

Kedalaman gambut berkaitan dengan jumlah karbon yang tersimpan dan jenis tumbuhan yang dapat hidup di atasnya. Semakin dalam gambut, semakin banyak karbon yang tersimpan di dalam gambut. Oleh karena itu, bila gambut dalam menjadi kering atau terbakars akan mengeluarkan karbon yang sangat besar ke atmosfer. Area konsesi RER berukuran lebih dari dua kali lipat luas Singapura dan memiliki kedalaman gambut sebesar 0 – 11+ meter.

Mengapa lahan gambut istimewa?

Tanah gambut mengandung hampir 30 persen dari seluruh karbon tanah dunia, meskipun luas hamparannya hanya mencakup tiga persen dari tanah terestrial.

Karena lahan gambut memainkan peran penting sebagai penyerap karbon dan pusat keanekaragaman hayati, lahan gambut yang rusak akan menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang signifikan. Lahan gambut yang dikeringkan bertanggung jawab atas hampir 5 persen emisi CO2 antropogenik global.

Lahan gambut yang mengering juga akan mengurangi kualitas air minum yang tercemar karbon organik dan polutan yang telah terserap di dalam gambut selama berabad-abad.

Selain itu, kerusakan lahan gambut dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati. Menurunnya populasi orangutan Kalimantan sebesar 60 persen dalam kurun waktu 60 tahun merupakan salah satu contoh hilangnya keanekaragaman hayati yang disebabkan oleh hilangnya habitat rawa gambut.

Sebelum RER beroperasi, hutan lahan gambut di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang menjadi sasaran kegiatan penebangan komersial dan ilegal yang tidak berkelanjutan, perambahan hutan, pembukaan lahan dengan metode tebang-bakar, ditambah lagi perburuan dan perdagangan satwa liar.

Para pengelola lahan ilegal dan penebang liar tersebut menggali kanal untuk mengeringkan lahan gambut yang kaya air, guna memungkinkan akses dan pengangkutan kayu dan konversi hutan. Akibatnya, banyak bagian lanskap yang rusak atau kering, yang meningkatkan kemungkinan kebakaran.

Apa yang bisa dilakukan?

RER mendapatkan manfaat dari pendekatan lanskap produksi-proteksi terintegrasi yang diterapkan oleh APRIL dimana hutan tanaman serat berkelanjutan memberikan lapisan perlindungan, pendanaan dan sumber daya operasi RER.

RER melakukan beberapa upaya restorasi lahan gambut:

Kami juga merestorasi hutan gambut yang terdegradasi parah melalui regenerasi alami aktif dan survei keanekaragaman hayati untuk lebih memahami satwa liar yang memanfaatkan hutan, sehingga kami dapat menentukan strategi dan pendekatan untuk memulihkan hutan ke keseimbangan alaminya.

Berlangganan Berita Restorasi Kami