Juni 19, 2020

Hidupan Liar RER: Raja-Udang Meningting

Mari kita berkenalan dengan Raja-udang Meninting (Alcedo meninting), burung elok yang masuk dalam famili Alcedinidae.

Burung ini merupakan salah satu dari 307 spesies burung yang telah teridentifikasi di kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), dan diketahui merupakan spesies penetap. Burung ini juga merupakan salah satu dari delapan spesies burung raja-udang (kingfisher) yang dapat dijumpai di RER.

Nama ilmiah burung ini ialah gabungan dari kata Alcedo, the the Latin word for ‘kingfisher’, and Meninting, kata dalam bahasa Jawa yang dipakai untuk menamai spesies ini.

Meski di Indonesia burung ini dikenal dengan nama Raja-udang Meninting, dalam bahasa melayu burung ini dikenal dengan nama Raja-udang Binti-binti.

rer-blue-eared-kingfisher

RAJA-UDANG MENINTING, BURUNG ELOK YANG MASUK DALAM FAMILI ALCEDINIDAE.

Burung Raja-udang Meninting memiliki tampilan yang sangat menyerupai burung raja udang biasa bila kedua burung ini bertengger bersebelahan, perbedaan utama antara keduanya hanyalah bahwa burung Raja-udang Meninting akan terlihat lebih gelap dan lebih kebiruan, sedangkan raja-udang biasa terlihat lebih kehijauan.

Raja-udang Meninting juga berukuran tubuh lebih kecil, dengan tinggi hanya 16 cm. Burung ini juga dibedakan dengan adanya tutupan telinga berwarna biru, bintik oranye di depan matanya, dan jumbai telinga berwarna putih di bagian sisi leher. Burung jantan dewasa memiliki paruh yang sepenuhnya berwarna gelap, sedangkan burung betina memiliki rahang bawah yang berwarna kemerahan.

Raja-udang Meninting merupakan salah satu spesies burung raja-udang yang paling umum dijumpai di kawasan Paparan Sunda, dan dianggap merupakan satwa asli India, Nepal, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.

Karena spesies ini umum dijumpai di Asia, burung Raja-udang Meninting oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) digolongkan sebagai spesies dengan status Risiko Rendah (LC/Least Concern), yang artinya bahwa satwa ini tidak dalam bahaya mengalami kepunahan. Akan tetapi burung Raja-udang Meninting tetap merupakan satwa dilindungi berdasarkan aturan hukum di Indonesia.

Burung Raja-udang Meninting menghuni hutan (termasuk lahan gambut, bakau, atau pantai), lahan pertanian, dan kadang-kadang wilayah perkotaan, selama tersedia area hijau dan badan air terbuka yang memadai. Akan tetapi burung ini secara alami lebih menyukai hutan yang lebat, rimbun, dan hijau sepanjang tahun dengan kolam dan air yang mengalir.

blue-eared-kingfisher- alcedo meninting

RAJA-UDANG MENINTING BIASANYA BERTENGGER DI CABANG POHON YANG MENGGELANTUNG DI ATAS PERMUKAAN AIR YANG TEDUH SEBELUM MENYELAM KE DALAM AIR UNTUK MENANGKAP MANGSANYA YAITU IKAN DAN KRUSTASEA

Di RER, burung ini biasanya terlihat di sepanjang sungai. Ketika merasa terganggu oleh kedatangan perahu, burung ini akan terbang menjauh.

Seperti burung raja-udang lainnya, Raja-udang Meninting kebanyakan memangsa ikan. Burung ini akan bertengger di cabang pohon yang menggelantung di atas permukaan air dan menunggu kemunculan mangsanya, kadang kurang dari satu meter di bawah permukaan air. Kerap kali burung ini akan mengeluarkan suara panggilan bernada tinggi saat sedang hinggap.

Saat melihat mangsanya, burung ini akan menyelam ke dalam air dan menangkapnya. Raja-udang Meninting juga bisa memakan krustasea dan larva capung, serta belalang dan belalang mantis. Untuk itu, burung ini bisa menghabiskan waktu semalaman di dahan pohon yang lebih tinggi, sekitar 2 s.d. 3 m dari permukaan tanah.

Musim kawin burung Raja-udang Meninting ternyata bervariasi, tergantung pada lokasinya. Satu catatan menyebutkan bahwa di India, musim kawin burung ini terutama pada bulan Mei dan Juni di India utara, sedangkan di India barat daya jatuh pada bulan Januari.

Namun demikian, kenyataannya ialah, sama seperti burung raja-udang lainnya, Raja-udang Meninting akan menggali lubang di tanah untuk membuat sarang. Galian ini bisa berupa terowongan sepanjang satu meter di pinggiran sungai yang mengalir di hutan, dan burung betina akan bertelur sebanyak lima sampai tujuh butir telur.

Raja-udang Meninting merupakan salah satu dari 299 spesies burung yang masuk dalam daftar burung yang diterbitkan RER di tahun 2017.

Berlangganan Berita Restorasi Kami