Januari 08, 2020

Hidupan Liar RER: Musang Kepala-Putih

Mari kita berkenalan dengan Musang Kepala-Putih (Mustela nudipes), satwa mamalia karnivora yang masuk dalam famili Mustelidae. Ini pertama kalinya Restorasi Ekosistem Riau (RER) mengamati keberadaan spesies ini, menjadikannya spesies mamalia ke-76 yang tercatat berada di kawasan RER on the Semenanjung Kampar .

Meski tergolong spesies Risiko Rendah (LC), tidak banyak yang diketahui tentang ekologi, kebutuhan habitat, dan perilaku satwa golongan cerpelai ini. Yang diketahui hanyalah bahwa satwa ini dapat dijumpai di wilayah/paparan Sunda yang mencakup Brunei, Indonesia, Semenanjung Malaya, dan Thailand.

rer-malayan-weasel

SPESIES TERBARU YANG DITEMUKAN DI RER, MUSANG KEPALA-PUTIH (MUSTELA NUDIPES) SUMBER: CARNIVORE.NET

Warna bulu Musang Kepala-Putih yang kuning keemasan, dengan warna yang lebih pucat di bagian kepala dan ekor, membedakan satwa ini dari spesies cerpelai biasa. Spesies ini berbobot tubuh sekitar 1 kg, dengan tubuh yang memanjang berukuran 30 s.d. 36 cm dan panjang ekor mencapai 24 s.d. 26 cm.

Tidak banyak yang diketahui tentang kebiasaan makan satwa ini, namun seperti halnya spesies cerpelai lainnya, Musang Kepala-Putih dianggap sebagai satwa pemburu yang andal, mampu memburu mangsa yang bergerak cepat termasuk satwa pengerat berukuran kecil, kadal, dan serangga. Satwa ini juga bisa memangsa burung dan reptil. Tubuhnya yang langsing dan memanjang memungkinkan satwa ini masuk ke dalam lubang sarang mangsanya yang ada di dalam tanah. Spesies ini diketahui kebanyakan aktif pada siang hari.

Musang Kepala-Putih diketahui dapat dijumpai di berbagai macam habitat, termasuk hutan primer, hutan sekunder, hutan rawa, semak belukar, padang rumput, dan bahkan hutan tanaman.

rer-malay-weasel

MUSANG KEPALA-PUTIH SERING DIBUNUH MANUSIA UNTUK BAHAN OBAT, KARENA BULUNYA, ATAU SEBAGAI TROFI

Terdeteksinya spesies ini untuk pertama kalinya setelah lima tahun survei keanekaragaman hayati merupakan temuan yang signifikan bagi RER, yang muncul melalui proyek studi rintisan yang difokuskan pada pengumpulan informasi tentang satwa yang tinggal di luar pinggiran kawasan RER dan bersebelahan dengan hutan tanaman akasia. Keberadaan satwa ini belum pernah tercatat di Semenanjung Kampar.

Meskipun satwa ini sulit dijumpai, dalam Daftar Merah yang dikeluarkan oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) Musang Kepala-Putih digolongkan sebagai satwa dengan status Risiko Rendah (LC), yang artinya bahwa spesies ini tidak mengkhawatirkan (berisiko rendah mengalami ancaman kepunahan) dari sisi konservasi. Akan tetapi, temuan dan catatan baru atas keberadaan spesies ini di Semenanjung Kampar akan menambah pengetahuan tentang sebaran, preferensi habitat, dan perlindungan jangka panjang terhadap spesies ini.

Berlangganan Berita Restorasi Kami