Mei 28, 2019

Hidupan Liar RER: Burung Cekakak Sungai

Mari kita berkenalan dengan Burung Cekakak Sungai (Todiramphus chloris). Jenis burung ini dalam bahasa Inggris umumnya disebut kingfisher atau burung raja-udang, atau lebih tepatnya collared kingfisher, white-collared kingfisher, atau mangrove kingfisher.

Burung Cekakak Sungai merupakan burung asli di banyak negara, termasuk Australia, Bangladesh, Cina, Fiji, Jepang, Somalia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Khususnya di Singapura, Cekakak Sungai merupakan jenis burung raja-udang yang paling umum dijumpai.

White Collared Kingfisher

SECARA KESELURUHAN, ADA LEBIH DARI 50 SUBSPESIES BURUNG CEKAKAK SUNGAI YANG ADA DI DUNIA.

Karena masih dapat dijumpai di banyak tempat, Burung Cekakak Sungai oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature) digolongkan sebagai spesies berstatus Risiko Rendah (LC/Least Concern), yang artinya satwa ini sama sekali tidak terancam punah. Akan tetapi, berdasarkan aturan hukum yang berlaku di Indonesia, burung ini termasuk satwa yang dilindungi.

Burung ini umumnya dijumpai di daerah pesisir, khususnya di rawa bakau. Burung ini juga menghuni lahan pertanian, daerah terbuka yang ditumbuhi pepohonan, padang rumput, dan ladang.

White Collared Kingfisher

BURUNG CEKAKAK SUNGAI MERUPAKAN BURUNG PENETAP DI KAWASAN RESTORASI EKOSISTEM RIAU (RER)

Burung cekakak sungai merupakan satu dari 304 spesies burung yang telah teridentifikasi di kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER), dan merupakan spesies penetap. Burung ini juga termasuk satu dari delapan spesies burung cekakak yang dapat dijumpai di RER.

Burung ini termasuk burung berukuran sedang, dengan panjang mencapai 22 s.d. 29 cm dan berat 50 s.d. 90 gram.

Burung cekakak sungai dalam Bahasa Inggris disebut Collared Kingfisher karena terlihat seolah mengenakan kerah (collar) berwarna putih di bagian lehernya. Tubuh burung ini umumnya berwarna biru-hijau, dengan bagian bawah berwarna putih atau kuning kecoklatan.

White Collared Kingfisher

BURUNG CEKAKAK SUNGAI TERLIHAT SEPERTI MEMAKAI KERAH PUTIH DI LEHERNYA.

Spesies ini ialah spesies yang agresif, baik kepada sesama spesiesnya maupun terhadap spesies lain. Burung ini bisa saja merebut makanan dari burung lain atau menyerang satwa lain yang masuk ke wilayah tempatnya beranak-pinak.

Burung Cekakak Sungai bisa bertengger di bebatuan atau dahan pohon dalam waktu lama dan tanpa bergerak sama sekali, sekadar menunggu mangsanya, yang akan ditangkap menggunakan paruhnya. Jika mangsa yang ditangkap berukuran besar, burung ini akan membentur-benturkan mangsanya tersebut ke dahan pohon hingga terkulai lemas.

Burung cekakak sungai ini sangat menjaga kebersihan, dan akan terlebih dahulu mandi di dalam air sebelum terbang dan bertengger untuk mengeringkan diri dengan sinar matahari. Ia juga menjaga agar paruhnya tetap prima, dengan jalan menggosok-gosokkan paruhnya ke dahan pohon.

White Collared Kingfisher

MESKI JUGA DIKENAL SEBAGAI BURUNG RAJA-UDANG, CEKAKAK SUNGAI TIDAK HANYA MEMANGSA UDANG ATAU IKAN.

Burung cekakak sungai merupakan salah satu dari 299 spesies burung yang masuk dalam daftar burung yang diterbitkan RER di tahun 2017.

Berlangganan Berita Restorasi Kami