Oktober 14, 2022

Perbedaan Burung Kakaktua dan Beo

Burung kakaktua dan beo bisa dibilang spesies burung yang paling popular di Indonesia. Bagaimana tidak, bahkan terdapat lagu anak-anak yang liriknya khusus bercerita tentang burung kakaktua. Meski akrab di dengar, banyak yang tidak mengerti perbedaan burung kakaktua dan beo, terlebih karena keduanya merupakan burung cerdas yang mampu menirukan suara manusia.

Sebenarnya, apa perbedaan kakatua dan beo? Apakah mereka merupakan dua spesies yang berbeda? Lantas, apakah keduanya merupakan hewan peliharaan yang ideal?

Burung cerdas
Kakaktua (Cacatuidae) merupakan jenis burung yang termasuk dalam ordo Psittaciformes, bersama dengan familia lainnya yakni Bayan sejati (Psittacidae). Karakteristik dari kedua familia ini adalah jari kaki zygodactyl (dua jari menghadap ke belakang dan dua lainnya ke depan), bentuk paruh bengkok dan tubuh yang tegak. Di Indonesia, terdapat tujuh jenis kakaktua yang berhabitat di hutan wilayah timur seperti Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor atau Maluku.

Keunikan kakaktua dan beo membuat kedua burung ini kerap diburu untuk diperjualbelikan sebagai hewan peliharaan.

Sementara itu, beo (Gracula religiosa) atau dikenal juga dengan nama tiong emas merupakan jenis burung yang menjadi anggota suku Sturdinae, berkerabat dengan jalak. Beo memiliki delapan subspesies dengan karakteristik yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Di Indonesia, tiong emas umumnya dijumpai di Sumatra, Kalimantan hingga ke Nusa Tenggara.

Di Restorasi Ekosistem Riau, tiong emas (Common hill myna) merupakan salah satu dari empat spesies Sturdinae yang teridentifikasi di wilayah Semenanjung Kampar.

Karakteristik unik
Keunikan kakaktua terletak pada jambulnya. Beberapa ahli mengatakan bahwa jambul ini akan terangkat untuk menunjukkan bahwa kakaktua sedang ingin memamerkan diri, memberikan salam atau ketika spesies ini sedang meloncat dan menari. Pada umumnya, jambul ini membuat kakaktua terlihat lebih besar, gagah dan indah. Hanya kakaktua dalam ordo Psittaciformes yang memiliki keunikan ini.

Keunikan burung kakaktua

Keunikan kakaktua terletak pada jambulnya.

Makanan utama kakaktua adalah biji-bijian, terlebih karena spesies ini memiliki paruh bengkok yang besar. Sementara itu, tiong emas atau beo termasuk burung omnivora yang dapat memakan biji-bijian, buah maupun daging.

Jika tiong emas memiliki bulu yang didominasi warna hitam dengan paruh oranye dan daging terbungkus kulit berwarna kuning cerah pada bagian bawah mata hingga belakang kepalanya, kakaktua memiliki bulu yang didominasi warna putih atau hitam dengan sedikit warna merah, merah muda atau kuning.

Peniru suara yang ulung
Meski jelas berbeda, terdapat satu kemampuan unik yang sama-sama dimiliki oleh kakaktua dan beo: dapat meniru suara manusia. Kemampuan ini juga yang membuat mereka begitu populer sebagai burung peliharaan karena dianggap sebagai spesies cerdas yang menghibur.

Rahasia kakaktua maupun beo dalam menirukan suara manusia terletak pada syrinx yang dimiliki kedua burung ini.

Berlangganan Berita Restorasi Kami