Iklim

Semenanjung Kampar yang terletak di Pulau Sumatra merupakan salah satu area gambut terbesar di Asia Tenggara, dengan keanekaragaman hayati yang kaya serta stok karbon yang tinggi.

Pengukuran Karbon

Sebagai bagian dari perannya sebagai mitra kerja RER, Fauna & Flora International (FFI) melakukan survei lapangan secara luas di tiga area konsesi RER di Semenanjung Kampar. Survei dilakukan menggunakan kerangka asesmen terkait iklim, masyarakat, dan keanekaragaman hayati. Survei stok karbon juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Hasil survei akan mengungkap kadar karbon di atas dan di bawah permukaan lahan gambut, agar potensi untuk mengelola emisi karbon dapat lebih dipahami.

Carbon Measurement

Survei stok karbon dilakukan untuk mencari tahu kadar karbon di atas dan di bawah permukaan.

Survei stok karbon dilakukan untuk mencari tahu kadar karbon di atas dan di bawah permukaan. Sampel gambut dianalisis oleh laboratorium independen untuk mengetahui besarnya kandungan karbon. Pengindraan jarak jauh digunakan untuk mengidentifikasi kelas tutupan lahan berdasarkan citra satelit serta untuk membuat model perihal distribusi kedalaman gambut. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hitungan FFI menunjukkan bahwa 98% total kandungan karbon di hutan dan di lahan gambut ditemukan berada di bawah permukaan.

Penelitian yang dilakukan memiliki nilai penting, mengingat kenyataan bahwa dibandingkan dengan negara-negara tropis lainnya, stok karbon gambut terbesar berada di Indonesia, dan di Semenanjung Kampar diperkirakan terdapat kurang-lebih 2,8-4,6% dari perkiraan jumlah kumpulan karbon yang tersimpan di bawah tanah (Deltares, 2015).

Laporan menunjukkan bahwa 70% area konsesi RER yang berada di Semenanjung Kampar menyimpan setidaknya 688.872.434 ton karbon, atau 2,5 Gigaton CO2. Akan tetapi, diperlukan asesmen lebih lanjut untuk memperkirakan potensi pengurangan emisi di kawasan RER.

Pengukuran dengan Menara Fluks Gas Rumah Kaca

RER bersama APRIL dan Kelompok Kerja Ahli Gambut Independen (IPEWG), tengah mengumpulkan data penelitian tentang tingkat emisi dan penyerapan karbon di dalam area RER. Hal ini merupakan bagian dari proyek yang lebih luas yang mengukur tingkat emisi dan penyerapan karbon di berbagai jenis lanskap, termasuk hutan konservasi dan area restorasi ekosistem.

APRIL telah membuat tiga menara fluks gas rumah kaca yang menggunakan teknik Eddy Covariance di tiga ekosistem lahan gambut, yang mengukur perubahan tingkat emisi gas rumah kaca – atau fluks – per hari, pada tapak ekosistem seluas 200 hektar. Salah satu menara ini terletak di area konsesi PT. Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Semenanjung Kampar, dan telah mengumpulkan data fluks gas rumah kaca sejak Mei 2017.

Carbon Footprint

Data yang dikumpulkan dari lokasi ini diharapkan dapat memberi pemahaman lebih baik tentang dinamika GRK.

Teknik ini mengukur fluks atau aliran karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan uap air (H/sub>2O) dari menara setinggi 48 meter, serta dari kamar (chamber) pengukuran emisi CO2 yang terotomasi yang mengukur respirasi mikrobia tiap 30 menit. Data yang dikumpulkan dari lokasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang dinamika gas rumah kaca (GRK) pada skala ekosistem dari area konservasi atau area tanpa gangguan. Teknologi ini telah diterima baik di kalangan masyarakat ilmiah, dengan hasil pengukuran yang bersifat langsung, berfrekuensi tinggi, dan dilakukan dalam skala ekosistem yang dapat memperlihatkan faktor emisi GRK untuk aneka jenis intervensi pengelolaan di berbagai lanskap.

Proyek ini juga mengukur sisa bersih (net balance) antara emisi karbon dan penyerapan karbon dengan menggunakan teknik Eddy Variance, yang mengukur tingkat respirasi tanah dan respirasi ekosistem sebagai emisi yang dilepas ke atmosfer, yang dibandingkan dengan penyerapan karbon dari atmosfer atau yang juga disebut sekuestrasi. Hasilnya merupakan ‘pertukaran bersih CO2 ekosistem’ (net ecosystem CO2 exchange) yang akan menentukan apakah suatu area lahan gambut merupakan sumber karbon atau penyerap karbon (carbon sink).

Berlangganan Berita Restorasi Kami