Mei 23, 2022

Pelajari Hal-Hal Penting Seputar Lebah di Hari Lebah Sedunia

Sejak 2018, 20 Mei telah diperingati sebagai Hari Lebah Sedunia untuk menyoroti salah satu serangga yang bekerja paling keras di planet ini dan sebagai cara untuk membantu meningkatkan kondisi yang dibutuhkan lebah untuk bertahan hidup.

Untuk menghargai serangga yang satu ini, mari pelajari lebih lanjut tentang peran penting yang mereka mainkan dan temukan beberapa fakta menakjubkan tentang serangga penghasil madu ini.

Penyerbuk tersibuk
Seekor lebah madu yang bertugas mencari makan harus terbang sekitar 55.000 mil untuk menghasilkan satu pon madu. Selama berabad-abad, lebah telah memberi manfaat bagi manusia, tanaman, dan lingkungan dengan membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya, menjadikannya salah satu penyerbuk yang paling efektif.

Seekor lebah madu yang bertugas mencari makan harus terbang sekitar 55.000 mil untuk menghasilkan satu pon madu

Hewan penyerbuk memungkinkan produksi benih, buah-buahan, dan kacang-kacangan, tetapi mereka juga membantu menghasilkan ragam variasi dan kualitas makanan yang lebih baik, berkontribusi pada ketahanan pangan dan nutrisi bagi makhluk hidup lainnya termasuk manusia.

Penyerbuk seperti lebah, kelelawar, dan burung memengaruhi hampir 90 persen tanaman liar, termasuk obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Tiga dari empat tanaman di seluruh dunia yang menghasilkan biji atau buah untuk konsumsi manusia juga bergantung pada penyerbuk. Tanaman yang mengandalkan penyerbukan lima kali lebih berharga daripada yang tidak.

Terdapat 25.000 spesies lebah yang berbeda
Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan lebah madu atau juga bumblebee. Tergantung di mana Anda berada, Anda mungkin bahkan melihatnya hari ini! Namun, sebenarnya ada 25.000 spesies lebah yang berbeda yang telah berevolusi untuk menyerbuki tanaman berbunga. Mereka bervariasi dalam ukuran dan memiliki karakteristik visual yang berbeda pula. Ada yang besar dan bulat, tapi ada juga yang kurus dan kecil. Ada yang warna-warni, ada yang hitam mengkilat dan ada yang bergaris atau metalik.

Kekuatan perempuan
Dalam koloni lebah madu, semua lebah pekerja adalah betina yang tidak dapat berkembang biak. Mereka melakukan semua pekerjaan di dalam sarang dan mengontrol sebagian besar apa yang terjadi di dalam rumah mereka—mulai dari mengurus rumah, memberi makan ratu, drone (lebah jantan), dan larva, membuat lilin, dan mengumpulkan serbuk sari dan nektar.

Dengan begitu banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, lebah betina perlu melindungi diri mereka sendiri, itulah sebabnya mereka memiliki kekuatan untuk menyengat. Lebah jantan disebut drone karena mereka memiliki mata yang jauh lebih besar, tetapi mereka tidak memiliki penyengat. Satu-satunya peran drone adalah kawin dengan ratu yang tidak dibuahi, tugas yang harus dibayar dengan nyawa karena mereka akan mati segera setelahnya.

Dalam koloni lebah madu, semua lebah pekerja adalah betina yang tidak dapat berkembang biak.

Makan malam untuk ratu
Kita tahu bahwa lebah sangat protektif dalam melindungi ratunya. Ratu lebah madu adalah lebah raksasa di koloni, berukuran sekitar 2cm atau dua kali lebih panjang dari lebah pekerja. Dua peran utama ratu lebah adalah menghasilkan aroma kimia yang membantu mengatur kesatuan koloni, dan menghasilkan telur sebanyak-banyaknya.

Oleh karena itu, ketika ratu lebah mati atau diambil dari koloni, semua anggota koloni akan menyadarinya hanya dalam waktu 15 menit. Para pekerja kemudian membuat ratu baru dengan memilih larva muda dan memberinya makanan luar biasa yang disebut ‘royal jelly’ untuk membantu larva berkembang menjadi ratu yang subur.

Tarian lebah
Para peneliti di Universitas Sussex telah memecahkan kode ‘tarian goyangan’ lebah madu. Sebenarnya ini bukan gerakan tarian melainkan cara cerdas untuk berkomunikasi antara anggota koloni untuk memberi tahu teman sarang mereka ke mana harus pergi untuk menemukan sumber makanan terbaik.

Lebah Penghasil Madu

Kita bisa menghidupkan kembali seekor lebah
Jika Anda pernah menyaksikan lebah tampak seperti hampir mati, mungkin saja ia tidak sedang sekarat. Mungkin ia hanya beristirahat setelah mencari makan begitu jauh dari rumah. Jika Anda menemukan kembali situasi ini, hal terbaik yang harus dilakukan adalah meletakkan lebah di atas bunga yang ramah lebah.

Jika tidak ada bunga ramah lebah di dekatnya, Anda dapat mencampur gula putih dan air untuk memberi dorongan energi pada lebah, menyediakan karbohidrat penting yang dibutuhkannya untuk terbang. Namun, tidak disarankan menggunakan gula merah karena lebih sulit dicerna oleh lebah.

Madu hutan unik RER
Pada tahun 2017, tim Restorasi Ekosistem Riau (RER) mulai bermitra dengan pemanen madu lokal dari Semenanjung Kampar dan Kepulauan Kampar. Secara turun-temurun, mereka memanen madu secara tradisional dengan memanjat pohon hutan raksasa yang dikenal dengan nama Sialang (Koompassia excelsa) untuk mengumpulkan madu.

Sarang Lebah Penghasil Madu pada Pohon Sialang (Koompassia excelsa)

Madu yang dikumpulkan dari pohon Sialang dibuat oleh lebah madu terbesar di Asia Tenggara, Apis dorsata. Mereka membangun sarang hingga lebar 1,5 meter dan tinggi 70 cm di pohon Sialang yang menjulang tinggi, yang namanya berarti ‘pohon yang menampung lebah’. Pohon Sialang sebagian besar adalah Koompasia excelsa atau jenis lainnya seperti Alstonia Scholaris.

RER bekerja membantu para pemanen madu dan masyarakat sekitarnya dengan membeli madu, dan membantu mereka memasarkan dan menjual produknya sebagai Madu Hutan Riau, seraya mengembalikan keuntungannya kepada masyarakat.

Berlangganan Berita Restorasi Kami