May 28, 2021

Preventing Fire in RER Forests, What’s the Difference?

Berapa banyak dari Anda yang pernah bercita-cita menjadi seorang petugas pemadam kebakaran pada masa kanak-kanak dulu? Mungkin tidak sedikit. Tidak heran, gambaran para petugas pemadam kebakaran yang gagah dan selalu sigap dengan seragam, peralatan evakuasi serta mobil pemadam kebakaran yang identik berwarna merah memang menyerupai pahlawan di mata anak-anak.

Meski terlihat menawan, menjadi anggota tim pemadam kebakaran bukanlah tugas yang mudah. Begitu banyak tanggung jawab teremban di pundak mereka, khususnya bagi tim yang bertugas di daerah-daerah yang rawan terjadinya kebakaran.

Di Kabupaten Pelalawan, Riau, Sumatra, tim Pencegahan Kebakaran Grup APRIL selalu siap sedia untuk yang aktif mengurangi potensi kebakaran di area sekitar wilayah operasional perusahaan, terlibat dalam Program Desa Bebas Api (FFVP), dan bila dibutuhkan untuk terjun langsung ke lapangan memadamkan api. Salah satu tim Siaga Kebakaran ini juga bertugas untuk melindungi kawasan hutan Restorasi Ekosistem Riau Restorasi Ekosistem Riau (RER) di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

finding water in canals

Sourcing water in blocked canals

Tim kebakaran RER fokus dalam menjaga kawasan hutan gambut di wilayah RER seluas lebih dari 150.000 hektare dari kebakaran hutan dan lahan. Menjaga hutan gambut dari kebakaran tentu memiliki tantangan tersendiri, dan jelas berbeda dari tim pencegahan kebakaran yang bertugas di wilayah pemukiman atau hutan mineral.

Berikut ini, kita akan coba menjelaskan apa perbedaan dari dalam memadamkan api di area hutan gambut dan area tanah mineral.

Sumber Bahan Bakar
Tim pencegahan kebakaran tentulah harus memiliki pengetahuan perihal sumber bahan bakar yang dapat mengakibatkan kebakaran di wilayah mereka beroperasi. Sumber kebakaran ini pun tentu saja berbeda di setiap wilayah.

Di hutan rawa gambut alami seperti RER sumber bahan bakar untuk api terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

a. Bahan bakar atas, merupakan berbagai makhluk hidup maupun mati yang terdapat di kanopi hutan, meliputi cabang ranting dan mahkota pohon serta semak belukar yang tinggi.

b. Bahan bakar permukaan, semua bahan yang dapat terbakar di atas permukaan tanah, meliputi daun-daun kering, pakis-pakisan, batang, ranting, belukar dan bahan organic yang terdapat di lantai hutan atau permukaan tanah.

c. Bahan bakar bawah, semua bahan bakar yang dapat terbakar terdapat di bawah permukaan gambut, meliputi bonggol akar, akar-akar tanaman dan pembusukan bahan bakar kayu lainnya.

Sedangkan di area tanah hanya dikenal bahan bakar permukaan yang merupakan semua bahan yang dapat terbakar di atas permukaan tanah seperti daun-daun kering, tumbuhan pakis, batang, ranting dan bahan organik lainnya yang terdapat di lantai hutan ataupun permukaan tanah.

Tipe Kebakaran
Hutan rawa gambut dan tanah mineral juga memiliki perbedaan dalam hal tipe kebakaran. Di hutan rawa gambut ada tiga tipe kebakaran yaitu kebakaran bawah, kebakaran permukaan, dan kebakaran tajuk. Sedangkan di tanah mineral hanya ada kebakaran yang berada di permukaan.

Sifat dan Penyebaran Bahan Bakar
Dengan komponen penyusun yang terdiri dari material organic, tim pencegahan kebakaran di hutan rawa gambut seperti RER harus memahami bagaimana mengantisipasi pola pola penyebaran api supaya dapat melakukan pencegahan lebih lanjut.

Di hutan rawa gambut ada tiga kategori sifat bahan bakar yang sangat mempengaruhi pola penyebaran api bila terjadi kebakaran, yaitu:

a. Bahan bakar berat, merupakan bahan bakar yang terdiri dari batang kayu yang rebah, tunggul dan sisa-sisa tanaman yang akan sulit terbakar namun sulit dipadamkan ketika telah terbakar.

b. Bahan bakar merata, mencakup bahan baku yang banyak tersebar di suatu wilayah. Biasanya, di lokasi ini terdapat jaringan bahan bakar yang saling berhubungan satu sama lain sehingga membuka jalan bagi penyebaran api.

c. Bahan bakar yang sangat rapat, meliputi tanaman yang terdapat di wilayah dengan pola penyebaran vegetasi yang sangat rapat. Biasanya, hal ini memungkinkan api untuk dapat merambat bagian atas hutan melalui dahan-dahan dan ranting pohon yang saling bersentuhan.

Sedangkan di tanah mineral sifat bahan bakarnya itu tidak merata dan tidak rapat sehingga relative lebih mudahh untuk ditangani.

Sumber Air untuk Memadamkan Api
Dalam beberapa kesempatan, terkadang pasokan air yang dibawa oleh tim pencegahan kebakaran tidaklah mencukupi untuk memadamkan api. Untuk itu, penting untuk mengetahui sumber air yang sekiranya dibutuhkan dalam proses pemadaman.

Di hutan rawa gambut RER, satu-satunya sumber air yang tersedia hanya berada pada kanal yang sudah ditutup dan itupun jumlah airnya terbatas karena kanal sudah tidak berfungsi.

Sedangkan kebakaran yang terjadi di tanah mineral biasanya lebih mudah untuk menemukan air. Sumber air tambahan dapat berasal dari sumber air warga sekitar atau kanal-kanal Hutan Tanam Industri (HTI) yang biasanya digunakan untuk membatasi setiap kompartemen.

fire equipment rer

RER fire fighting tool

Akses Jalan
Dalam memadamkan api, akses jalan juga merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Pasalnya, ketika tim pencegahan kebakaran membawa peralatan lengkap untuk memadamkan api, sebaiknya hindari melewati jalan yang cenderung terjal atau sempit.

Di area hutan rawa gambut seperti RER yang kerapatan hutannya sangat tinggi, tim pencegahan kebakaran harus terlebih dahulu membuat jalur atau lintasan untuk dapat mencapai titik api. Sedangkan di tanah mineral biasanya sudah ada akses jalan yang bisa dilalui, dan kalaupun harus membuat akses jalan baru biasanya tidak terlalu sulit.

Dengan memahami kondisi di atas, mungkin sekilas tim pencegahan kebakaran yang bekerja di RER bekerja sangat keras. Namun, kondisi sebenarnya adalah hutan RER sangat terjaga, sehingga selama lebih dari 6 tahun ini sudah tidak ditemukan lagi titik panas maupun titik api.

Subscribe to our restoration news