Program Restorasi Yang Terintegrasi

RER menerapkan 4 fase perlindungan lahan gambut dan hutan, penanaman kembali dan konservasi.

MELINDUNGI

dengan pendekatan bentang alam

RER mengadopsi perlindungan kawasan secara strategis yang mencakup fungsi patroli, manajemen lingkungan berbasis komunitas, dan skema perlindungan kawasan lainnya. RER berkerjasama dengan komunitas lokal untuk memastikan pencapaian solusi yang dapat diterapkan dan efektif.

MENGKAJI

ekosistem dan lingkungan sosial

Kami menyelidiki dan mengkaji keadaan flora, fauna dan margasatwa, dibantu oleh para partner yang pakar dibidangnya. Kajian fisik dan lingkungan sosial menjadi landasan untuk kajian berikutnya dengan parameter pengukuran yang jelas. Komunitas juga menjadi bagian dalam proses ini.

MERESTORASI

tanaman asli dan spesies margasatwa

Setelah kawasan terlindungi dan proses pengkajian selesai, RER merestorasi kawasan terdegradasi melalui proses re-stocking, dengan menanam bibit dari kawasan hutan sekitar. RER juga membangun pembibitan untuk tanaman asli yang akan digunakan untuk proses penanaman kembali. Restorasi permukaan air juga akan dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan dievaluasi secara berkala.

MENGELOLA

untuk keberlanjutan

Bersama dengan anggota dewan penasehat dan tim ahli, kami telah mengembangkan program jangka panjang untuk keberlanjutan pengelolaan restorasi ini. Rencana pengelolaan tersebut juga menyertakan hasil dari proses konsultasi dengan masyarakat setempat, pemerintah Republik Indonesia, area pemegang lisensi hutan tanaman industri sekitar. Kami jaga berkonsultasi dengan sektor pemerintahan dan para pemangku kepentingan lainnya untuk pertimbangan dan masukan mereka.

Keterlibatan Komunitas

Keterlibatan masyarakat adalah aspek penting dari konservasi dengan konsep bentang alam. Para partner RER mengutamakan keterlibatan masyarakat agar tercipta rasa memiliki dan kesamaan tujuan terhadap program ini.  

Keterlibatan masyarakat adalah aspek penting dalam melindungi, merencanakan dan mengelola program konservasi serta:

  • Memastikan terjaganya praktik tradisional dalam kegiatan memancing ikan dan mengumpulkan madu
  • Menciptakan sumber penghasilan dan kegiatan bisnis skala kecil yang merupakan unsur penting dalam model sustainability
  • Mengutamakan pendidikan agar masyarakat memahami pentingnya upaya konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati.
  • Membuktikan bahwa kegiatan konservasi mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal.